Program Vaksinasi Amerika Lambat, Penipuan Online Vaksin Covid-19 Marak

Seorang pekerja medis menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer yang akan diberikan pada perawat Sandra Lindsay dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens, New. York City, AS, 4 Januari 2021. REUTERS/Shannon Stapleton/Pool

, Jakarta – Penipu online mulai merayu jutaan orang dengan menawarkan vaksin Covid-19 dengan harga tinggi karena lambatnya program vaksinasi AS dan Eropa dari target.

Para penipu online, di email dan di aplikasi belanja online, memikat para korban dengan klaim bahwa mereka dapat mengirimkan dosis vaksin corona dalam beberapa hari hanya dengan US$ 150 (sekitar Rp 2 juta).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan di situs webnya, seluruh vaksin Covid-19 gratis untuk rakyat Amerika Serikat. Namun, penyedia vaksinasi dapat mengenakan biaya administrasi untuk memberikan suntikan kepada seseorang.

“Penyedia vaksin bisa mendapatkan biaya ini diganti oleh perusahaan asuransi publik atau swasta pasien atau, untuk pasien yang tidak diasuransikan, oleh Dana Bantuan Penyedia Sumber Daya Kesehatan dan Administrasi Layanan,” tulis CDC.

Penipuan vaksin Covid-19 sedang meningkat, menurut pejabat pemerintah Eropa dan AS, yang memperingatkan publik tentang penipu yang mencari uang dan data pribadi.

Menurut laporan Reuters, 5 Januari 2021, ditemukan tujuh iklan yang berbeda di forum dark web, yang mengklaim menjual vaksin Covid-19.

Penipuan via email juga menjanjikan korban agar nama mereka masuk ke dalam daftar rahasia untuk penerima vaksin awal. Penipu juga menyamar sebagai lembaga pemerintah.

Papan pesan pengumuman yang tertera di dark web telah menambahkan vaksin Covid-19 ke dalam daftar barang-barang ilegal yang lebih tradisional untuk dijual.

Perawat Sandra Lindsay menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Pfizer di Long Island Jewish Medical Center di wilayah Queens di New York City, AS, 4 Januari 2021. REUTERS/Shannon Stapleton/Pool

FBI dan Interpol AS, telah memperingatkan munculnya skema penipuan terkait pandemi, dengan mengatakan obat palsu dan vaksin yang diiklankan di situs web palsu dapat menimbulkan ancaman dunia maya dan risiko signifikan bagi kesehatan masyarakat, atau bahkan menghilangkan nyawa.

Domain situs web yang berisi kata vaksin dalam kombinasi dengan Covid-19 atau virus corona lebih dari dua kali lipat sejak Oktober menjadi sekitar 2.500 pada November, menjelang pengesahan vaksin corona pertama, menurut firma keamanan siber Recorded Future, yang melacak penipuan Covid-19 secara online.

“Sejauh ini banyak dari domain ini hanya tampak sebagai pendaftaran oportunistik, tetapi beberapa akan digunakan untuk upaya phishing agar orang mengklik tautan (berbahaya),” kata Lindsay Kaye, direktur hasil operasional di Recorded Future.

Kaye mengatakan timnya, yang juga menjelajahi dark web, sejauh ini belum menemukan vaksin legal yang dialihkan dari fasilitas kesehatan atau persediaan nasional.

Penipuan itu mengincar orang yang khawatir mendapat suntikan vaksin jauh lebih lambat dari yang dijanjikan. Kebanyakan orang mungkin harus menunggu hingga musim semi, atau bahkan musim panas, untuk mendapatkan jadwal vaksinasi mereka.

Di Amerika Serikat, baru sekitar 4,5 juta orang yang menerima suntikan pertama pada hari Senin, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Angka itu adalah sebagian kecil dari 20 juta orang yang seharusnya telah menerima vaksin corona pada akhir tahun 2020, menurut perkiraan pemerintah sebelumnya.

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-vaccine-scams/a-covid-19-shot-for-150-online-scams-surge-as-slow-vaccine-rollout-frustrates-idUSKBN29A19Z?il=0

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/faq.html