PUPR Akan Tuntaskan Program Padat Karya Sebelum Akhir 2020

Menteri  Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Abdul Halim Iskandar,  saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI tentang Penetapan Hasil Pebahasan Alokasi Anggaran Sesuai Nota Keuangan RAPBN TA 2021, Selasa (15/9) di Gedung Nusantara DPR, Jakarta.

TEMO.CO, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR tengah mengejar realisasi penyerapan tenaga kerja Padat Karya Tunai (PKT) hingga 100 persen sebelum akhir 2020. Terbagi ke empat bidang pekerjaan dan didanai hingga Rp 13,4 triliun, berbagai program infrastruktur sipil tersebut ditargetkan bisa meraup  total 638.990 pekerja yang penghasilannya terdampak pandemi Covid-19. 

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Lilik Retno Cahyadiningsih, mengatakan sebagian besar PKT yang diprogramkan lembaganya sudah mencapai target. “Ada yang masih 93 persen, tapi saya dorong teman-teman di lapangan mempercepat penyerapan di setiap proyek,” ujarnya kepada Tempo, Rabu 18 November 2020.

Enam jenis pekerjaan PKT sumber daya air ditargetkan menyerap 246.766 pekerja. Dari keenamnya, hanya proyek penampung air baku mandiri atau disebut akuifer buatan simpanan air hujan (ABSAH) yang belum menyerap 100 persen pekerja, hingga 14 November lalu.

Merujuk data kementerian, proyek padat karya ABSAH tersebar di 104 lokasi. “Tantangan proyek sumber air itu hanya hujan belakangan ini, tapi selalu kami update perkembangannya,” ucap Lilik.   

Dalam rapat di Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat, Senin lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan PKT lembaganya sudah terealisasi hingga 90,93 persen, dari baik dari segi penyerapan anggaran maupun pekerja. “Kami sudah serap 630 ribu orang dari target total, akan kami percepat pelaksanaannya di sisa tahun anggaran ini.”

1234
Selanjutnya