Sandiaga Gandeng BPK untuk Pastikan Program Bantuan Sesuai Standar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno usai acara serah terima jabatan dengan menteri sebelumnya, Wishnutama Kusubandio, di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Desember 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK. Kerja sama tersebut, kata dia, guna mendukung sejumlah program bantuan yang akan diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terimbas pandemi Covid-19.

“Kami ingin memberikan program-program yang membantu masyarakat untuk bertahan hidup bagi mereka yang menggantungkan hidup di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama masa pandemi ini, tetapi harus tetap benar-benar sesuai standar dan pengelolaan keuangan yang baik,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Januari 2020.

Baca Juga: Soal Pembukaan Travel Bubble, Sandiaga: Kita Atur Lagi dengan Menhub

Untuk itu, dia akan terus berkordinasi untuk pastikan program-program harus tereksekusi dengan baik, serta penyerapannya juga pastikan harus juga bisa optimal untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga mengungkapkan dirinya telah bertemu dengan pihak BPK yang diwakilkan oleh Anggota III BPK, Achsanul Qosasi. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program bantuan langsung kepada para pekerja informal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti dana hibah dan lainnya.

“Yang kita akan bicarakan ke depan adalah program-program yang berkaitan dengan bantuan yang diberikan kepada pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama pekerja informal,” ujarnya.

“Ada dana hibah, ada juga program-program yang sudah tereksekusi sebelumnya, seperti bantuan lauk siap saji, itu harus diapresiasi.”

Penyaluran sejumlah program bantuan langsung tersebut, kata dia, tengah dikaji pihaknya saat ini. Tujuannya guna mempercepat pemulihan pariwisata nasional yang berujung kepada penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, lanjutnya, target jumlah wisatawan mancanegara yang sebelumnya sebanyak 4 juta pada tahun 2020 menjadi sebanyak 7 juta pada tahun 2021 dapat tercapai.

“Dengan Covid seperti ini, apalagi sekarang bandara ditutup, artinya kita harus bisa lebih realistis. Nah itu target, tapi kita sekarang juga siapkan beberapa program, dan kita ingin ke depan itu tidak ingin hanya kuantitas, tetapi kualitas dari kunjungan wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan internasional,” jelas Sandi.

Sekarang dia fokus kepada wisatawan nusantara agar mereka bisa juga apresiasi destinasi-destinasi dalam negeri dan memompa perekonomian daerah menjadi bergeliat kembali.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandiaga menegaskan adanya sejumlah strategi terapan yang harus dilakukan di masa depan. Strategi itu meliputi penerapan tiga platform, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Ketiganya disempurnakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat K4, yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability).

“Inovasi pastinya, produk-produk wisata kita tingkatkan, adaptasi dengan CHSE dan juga saya ingin mendorong ini adalah protokol kesehatan yang ketat dan disiplin serta kolaborasi dengan seluruh pihak,” jelasnya.