Sekitar 100 Anak di New York Dirawat Terkait Virus Corona

, Jakarta – Gubernur New York Andrew M. Cuomo hari Selasa, 12 Mei 2020, mengatakan pejabat kesehatan negara bagian itu sedang menyelidiki sekitar 100 kasus sindrom peradangan yang langka dan berbahaya yang menimpa anak-anak dan tampaknya terhubung dengan virus corona.

Sejauh ini, kata Cuomo, tiga kematian di negara bagian itu telah dikaitkan dengan penyakit tersebut, yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem pediatrik dan menyebabkan peradangan yang mengancam jiwa di organ-organ penting.

Lebih dari setengah kasus sindrom inflamasi anak di negara bagian itu – 57 persen – melibatkan anak-anak usia 5 hingga 14 tahun.

Sebelumnya, Wali Kota Bill de Blasio mengatakan bahwa 52 kasus sindrom telah dilaporkan di New York City, dengan 10 kasus potensial juga sedang dievaluasi.

Sementara yang meninggal termasuk seorang bocah lelaki berusia 5 tahun, yang meninggal minggu lalu di New York City; seorang anak lelaki berusia 7 tahun dan seorang gadis berusia 18 tahun.

“Ini adalah situasi yang benar-benar mengganggu,” kata Cuomo dalam pengarahan hariannya. “Dan saya tahu orang tua di seluruh negara bagian dan di seluruh negeri sangat khawatir tentang hal ini, dan mereka seharusnya begitu.”

Pengumuman gubernur itu muncul ketika ia melaporkan 195 kematian terkait virus di negara bagian itu, meningkat dari total hari Senin, tetapi merupakan hari kedua berturut-turut bahwa jumlah korban di bawah 200.

Penyakit pediatrik mulai muncul di wilayah ini dalam beberapa minggu terakhir, dan dokter serta peneliti masih menyelidiki bagaimana dan mengapa hal itu mempengaruhi anak-anak.

Connecticut melaporkan kasus sindrom pertamanya pada hari Senin. Hingga Selasa, enam anak di negara bagian itu dirawat karena penyakit itu, kata para pejabat.

Gubernur Ned Lamont mengumumkan tiga dari kasus Connecticut pada suatu pengarahan pada hari Senin. “Saya pikir saat ini risiko infeksi sangat kecil,” katanya. “Itu tidak benar-benar terdeteksi di Asia, yang, saya tidak tahu apa artinya.”

Tiga anak lainnya sedang dirawat karena sindroma itu di Pusat Medis Anak Connecticut di Hartford, seorang juru bicara, Monica Buchanan, mengatakan pada hari Selasa. Dua dari tiga dipastikan menderita penyakit tersebut, kata Buchanan.

Pada hari Senin, para pejabat kesehatan di New Jersey mengatakan mereka sedang menyelidiki delapan kasus potensial dari sindrom tersebut.

NEW YORK TIMES