Sempat Terhambat, Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Cina Mulai Masuk RI

Jakarta – Komponen yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dari Cina, seperti rel, mulai masuk ke Indonesia. Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan rel-rel tersebut telah tiba di Tanah Air pada November 2020.

“Sudah ada beberapa yang masuk untuk rel. Berdasarkan schedule, memang rel dulu yang didatangkan,” ujar Mirza saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juni 2021.

Mirza menjelaskan, rel untuk kereta cepat dikirim dari Negeri Tirai Bambu dan tiba di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Setibanya di Indonesia, rel langsung dibawa ke lokasi proyek di Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat.

Masing-masing rel, tutur Mirza, memiliki panjang 500 meter. Bila dijumlahkan, total komponen rel yang telah masuk ke Indonesia mencapai 25 kilometer. Saat ini, pihak KCIC telah melakukan pengelasan untuk komponen jalur kereta cepat tersebut.

KCIC  menargetkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan mulai beroperasi pada akhir 2022 atau menjelang pelaksaanaan G20. Sedangkan pada awal 2023, kereta yang memiliki kecepatan 350 kilometer per jam ini diperkirakan sudah dapat mengangkut penumpang secara komersial.

“Jadi November 2022 sudah bisa dicoba. Mudah-mudahan di November (2022) bisa dicoba Presiden RI dan Tiongkok (Cina),” tutur Mirza.

KCIC mencatat pembangunan kereta cepat mencapai 74 persen per akhir Mei 2021. Tahun ini, KCIC akan menggeber penyelesaian pembangunan 13 tunnel atau terowongan. Mirza menjelaskan, dari total 13 terowongan, konsorsium telah menyelesaikan delapan lokasi. KCIC pun bakal mempercepat pembangunan sarana-prasarana yang dibutuhkan, termasuk pemasangan rel.

Hingga awal Juni, KCIC telah menyelesaikan pemasangan boks girder arah Bandung dari casting yard tahap pertama. Selanjutnya, KCIC akan mulai memasang peralatan sistem perkeretaapian. “Target kami, pada Februari 2022, konstruksi struktur bridge rampung,” kata Mirza.

Sembari menyelesaikan konstruksi, KCIC tengah menyiapkan sistem persinyalan kereta cepat. Perusahaan telah membuka komunikasi dengan perusahaan BUMN yang bergerak di sektor telekomunikasi, yakni PT Telkom Indonesia.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Merugi? Ini Jawaban Menhub