Terpopuler Bisnis: Cerita Penyelam SAR Sriwijaya Air, Saran Susi Pudjiastuti

Anggota tim SAR gabungan dari satuan Denjaka menunjukkan kondisi dasar laut lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di dekat Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Penyelaman ini dilakukan pada kedalaman 23 meter. Instagram/Korps_marinir_tni_al

, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Rabu, 13 Januari 2021 dimulai dari cerita penyelam yang bergabung dalam tim operasi Kapal KN SAR Wisnu milik Basarnas, Simon Boyke Sinaga. Ia menemukan identitas korban Sriwijaya Air hingga anting-anting emas dalam evakuasi kecelakaan jatuhnya pesawat tersebut.

Baca Juga: Velg Roda Sriwijaya Air hingga Barang Korban Kembali Ditemukan Tim SAR

Selain itu, informasi yang juga diminati pembaca Tempo adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyarankan pemerintah menghentikan semua jenis subsidi yang berupa komoditi atau barang. Dia menyarankan subsidi pupuk diganti dengan ketersediaan bibit gratis atau bantuan tunai. Berikut adalah ringkasan 3 berita terpopuler Tempo:

1. Cerita Penyelam Temukan KTP Korban Sriwijaya Air hingga Perhiasan Emas

Simon Boyke Sinaga ingat betul detail kondisi dasar laut di titik yang diduga merupakan lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Dalam tiga hari belakangan, relawan dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau Possi itu ikut dalam operasi evakuasi korban bersama Basarnas.

Simon bercerita, dasar laut di area pencarian tampak berlumpur dengan jarak pandang relatif pendek. Kondisi demikian menyebabkan tim penyelam harus ekstra berhati-hati.

“Karena memang kondisi geografisnya yang berlumpur. Di sana juga tidak ada terumbu karang. Ikan pun hanya yang kecil-kecil,” kata Simon kala ditemui Tempo di Posko JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 13 Januari 2021.

Relawan penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau Possi, Simon Boyke Sinaga, bercerita tentang kondisi bawah laut di titik pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu saat ditemui di Posko JICT 2, Jakarta Utara, Rabu, 13 Januari. TEMPO/Francisca Christy R.

Simon bergabung dalam tim operasi Kapal KN SAR Wisnu milik Basarnas. Terjun sejak Minggu, 10 Januari, ia ditugasi ikut mengevakuasi potongan tubuh korban bersama penyelam dari lembaga dan organisasi lainnya di perairan dengan kedalaman 17-22 meter.

Dalam operasinya, Simon bercerita telah menemukan benda-benda pribadi korban selain potongan tubuh. Tim, kata dia, sempat menemukan sejumlah perhiasan yang masih tersimpan lengkap di dalam dompet berwarna hitam bertuliskan toko emas. “Kayaknya ini emas yang baru dibeli dari tokonya,” ucapnya.

Ia menunjukkan foto perhiasan itu kepada Tempo. Tampak di antaranya sepasang anting-anting berwarna kuning berbentuk bulat. Ada pula identitas pribadi seperti SIM dan KTP. Semua benda pribadi korban dikumpulkan dalam kantong khusus milik tim SAR.

Possi menerjunkan 30 relawannya dalam pencarian korban dan bangkai pesawat SJ-182. Sejak hari pertama evakuasi dilakukan, 17 penyelam telah turun bersama Basarnas. Seluruh penyelam yang bergabung dipastikan memiliki sertifikat selam minimal level dive master atau instruktur.

123
Selanjutnya