Terpopuler Bisnis: Jokowi Kritisi Hasil Subsidi Pupuk dan Evakuasi Sriwijaya Air

Presiden Joko Widodo berbicara dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) untuk Hutan Sosial, Hutan Adat, dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 7 Januari 2021. Penyerahan dilakukan kepada 30 perwakilan penerima yang hadir terbatas di Istana Negara, Jakarta, dan kepada penerima lainnya yang mengikuti acara secara virtual di 30 provinsi. FOTO/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Senin, 11 Januari 2021, dimulai dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mempertanyakan hasil subsidi pupuk yang telah mencapai lebih dari Rp 30 triliun. Hal itu dia lontarkan dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Pembangunan Pertanian 2021.

Baca Juga: Jokowi Disebut Serahkan Nama Calon Kapolri ke DPR Besok

Selain itu Jokowi juga meminta jajarannya untuk mencari desain yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan impor jutaan ton kedelai. Berita lainnya adalah tentang pencarian puing dan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu. Berikut adalah ringkasan terpopuler beritanya.

1. Jokowi: Berapa Puluh Tahun Kita Subsidi Pupuk? Kembaliannya Apa, Produksi Naik?

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk yang selama ini digelontorkan pemerintah. Pasalnya, ia menilai setiap tahun pemerintah terus mengeluarkan dana untuk subsidi pupuk lebih dari Rp 30 triliun.

“Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk. Setahun berapa kita subsidi pupuk, Rp 30-an triliun, 33 triliun setiap tahun, returnnya apa? Kita beri subsidi pupuk kembaliannya apa? Apakah produksi melompat naik?” ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021, Senin, 11 Januari 2021.

Jokowi mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk tersebut lantaran apabila diperhitungkan dalam sepuluh tahun, pemerintah telah mengeluarkan uang Rp 330 triliun untuk bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti masih banyak komoditas pangan yang kebutuhannya masih mengandalkan impor, seperti kedelai, jagung, hingga bawang putih.

“Artinya tolong itu dievaluasi. ini ada yang salah. Saya berkali-kali meminta ini. itu lah cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju,” ujar Jokowi. Menurut dia, selain perkara pupuk dan bibit, Kementerian Pertanian harus membuat pertanian dengan skala luas dan menggunakan teknologi. Sehingga, nantinya harga pokok produksi yang bersaing dengan negara lain.

123
Selanjutnya