Terpopuler Nasional: Jokowi Disebut Ingin FPI Bubar dan Rizieq Shihab Tersangka

Polisi merobohkan plang Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Pasca pengumuman pemerintah membubarkan FPI, polisi menyisir area sekitar kantor DPP FPI dan di depan Rumah Rizieq Shihab di Jalan Paksi, Jakarta Pusat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Jakarta – Dua berita menjadi perhatian masyarakat sepanjang awal pekan, Senin, 10 Januari 2020. Berita pertama membahas soal pembubaran Front Pembela Islam atau FPI dan dugaan keinginan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membubarkan organisasi itu.

Sedangkan berita kedua membahas tentang penetapan pentolan FPI, Rizieq Shihab, sebagai tersangka dalam perkara Rumah Sakit Ummi Bogor. Berikut ini dua berita terpopuler kanal nasional Tempo.

Presiden Jokowi Disebut Menginginkan FPI Dibubarkan

Pemerintah resmi melarang seluruh aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyampaikan alasannya FPI tak punya kekuatan hukum sebagai organisasi karena telah bubar sejak 21 Juni 2019.

Selama tak ada kekuatan hukum itu, FPI tetap melakukan kegiatan dan ada yang melanggar hukum. “Tak ada legal standing. Kalau ada yang mengatasnamakan FPI, itu tidak ada dan harus ditolak,” ujar Mahfud.

Keputusan melarang FPI tertuang dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB 6 Menteri dan Kepala Lembaga. Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut menyetujui pembubaran organisasi tersebut.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 9 Januari 2021, sejumlah pejabat pemerintah yang mengetahui proses keluarnya SKB mengatakan pelarangan FPI merupakan keinginan Presiden Jokowi.

Terutama setelah pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab-menghabiskan waktu 3,5 tahun di Arab Saudi-dijemput puluhan ribu pendukungnya di bandar udara. Beberapa acara yang digelar atau dihadiri Rizieq, baik di markas FPI di Petamburan, Jakarta, maupun Megamendung, Bogor, turut menimbulkan kerumunan.

12
Selanjutnya