Tingkat Kesembuhan Kasus Covid-19 Jakarta 91,9 Persen, Kematian 2,1 Persen

Keluarga saat ziarah ke makam keluarganya yang meninggal karena virus corona (Covid-19) di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

, Jakarta – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta menurun 398 kasus pada hari ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan total kasus aktif mengalami penurunan meski terjadi penambahan 587 kasus baru. 

Dwi menjelaskan, saat ini tercatat ada 6.823 kasus Covid-19 aktif, yaitu pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Dwi menjelaskan jumlah itu turun 398 kasus dibandingkan kemarin. “Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 114.343 kasus,” kata Dwi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 11 November 2020. 

Untuk penambahan kasus Covid-19 baru, Dinas Kesehatan DKI menyatakan jumlah itu didapat dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap 7.501 orang. “Untuk mendiagnosis kasus baru,” ujar dia. 

Menurut Dwi, hingga saat ini sebanyak 105.117 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 91,9 persen dan 2.403 orang meninggal dengan tingkat kematian Covid-19 sebesar 2,1 persen. Jumlah itu berada di bawah tingkat kematian secara nasional yang berada pada angka 3,3 persen. 

Baca juga: Update Covid-19 DKI 11 November: Pasien Positif Tambah 587 Orang

Selama sepekan terakhir, Dinas Kesehatan DKI juga mencatat persentase kasus positif dari hasil tes atau positivity rate di Jakarta 8,5 persen. Jumlah itu masih lebih tinggi ketimbang batas standar persentase kasus positif yang ditentukan oleh WHO, yaitu 5 persen. “Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 130.035. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 62.392,” kata Dwi. 

Dwi mengatakan berdasarkan data per 8 November 2020 terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU di 98 RS rujukan Covid-19. Untuk tempat tidur isolasi, kata dia, sebanyak 5.855 tempat tidur dengan persentase keterisian 56 persen. Sedangkan untuk tempat tidur ICU tersedia sebanyak 811 kasur dengan persentase keterisian 60 persen.